Small drop of heaven @ Sawarna


Buwat para tripers yang sudah pernah mengunjungi pantai Pelabuhan Ratu, tidak ada salahnya mencoba menyambangi beberapa ‘pantai perawan’ yang terletak di desa Sawarna. Dengan berkendara sekitar 1 jam dan karcis masuk Rp. 3000, why don’t u take that chance??😀

Dont climb high side @ Tanjung LayarBegitu banyaknya cerita tersebar di internet, tv dan blog menceritakan keindahan pantai sawarna membuat diri ini kepincut juga menyambangi ‘pantai perawan’ yang terletak di Sawarna. Pantai Sawarna terletak di desa Sawarna, kecamatan Bayah, kabupaten Lebak, provinsi Banten. Dengan berjarak sekitar 180km dari pusat kota Bandung, dapat ditempuh kurang lebih 7 jam dengan rute perjalanan Bandung – Padalarang – Cianjur – Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Cilograng – Sawarna. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, tetapi akan dibayar dengan view two thumbs up yang ga akan disesali😀. Ada banyak obyek wisata yang bisa disambangi di Sawarna diantaranya yaitu pantai Cariang, Goa Langir, Goa Lalay, Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Beureum, Pantai Lagon Pari dan Pantai Karang Taraje.

Sangat disarankan menuju Sawarna menggunakan mobil, minimal berjenis mini MPV karena medan yang bakal dilalui cukup menguras skill dan tenaga. Tetapi bagi teman-teman yang mo pake sepeda motor bisa juga kok, ga masalah. Nah… bagi teman2 yang ga punya kendaraan pribadi dont worry, rute dan angkutan umum bisa kalian lihat dengan jelas disini. Setelah melalui Pelabuhan Ratu, perjalanan sudah semakin dekat soalnya menuju Sawarna cuma membutuhkan waktu 1 jam. Jika tripers sudah melewati pintu masuk perbatasan Cilograng, sebaiknya segera bertanya ke penduduk sekitar soalnya kita bisa masuk ke Sawarna melalui jalur belakang yang lebih dekat. Untuk pintu masuk utamanya relatif lebih jauh tapi dengan view yang ajib banget disepanjang perjalanan. Perjalanan dari pintu masuk belakang lebih singkat tetapi jalurnya cukup menguras tenaga sedangkan dari pintu masuk depan, jalurnya lebih panjang dan mulus. Jadi terserah kalian mo lewat mana.

Untuk berwisata ke Sawarna, tidak terlalu menguras dompet karena biayanya sangat terjangkau. Mulai dari cuma bayar karcis masuknya sebesar Rp. 3000/orang, penitipan mobil 25rb/hari (*kalo motor ga usah dititipin, bawa masuk aja kedalam), penginapan rata-rata 120rb/hari dengan 3x makan dan harga makanan di sana juga ga mahal lho. Sebagai patokannya harga mijon aja sama cuma 5rb, sama dengan harga di warung2 pada umumnya. Dengan hanya 1 karcis masuk yang super duper murah, kita ga akan diminta tarif lagi tuk menuju obyek wisatanya. Its FREEE…😀. Sekedar saran untuk menuju obyek wisata pantai Lagon Pari dan Karang Taraje, sebaiknya minta diantar guide biar ga tersesat. Untuk jasanya ga ada patokan resminya, negotibale saja.

Homestay Andra

Setelah menitipkan mobil, kami sekeluarga memasuki desa Sawarna dengan iconnya yang khas yaitu jembatan gantung, baru setelah itu survey-survey kedalam cari penginapan. Rata-rata harga yang ditawarkan sama yaitu 120rb/org/mlm dengan 3x makan atau bahkan bisa lebih murah. Yang perlu diingat, didalam sawarna tidak ada penginapan ber-AC (*soalnya listriknya suka turun-naik) jadi kipas angin wajib hukumnya dan sebaiknya pilih yang bertegel keramik, biar semakin adem. Di Sawarna, kami sekeluarga menginap di homestay Andra. Homestay ini bersebelahan dengan homestay Aura (*kedua homestay ini pemiliknya bersaudara) dan letaknya paling dekat dengan pantai pasir putih Ciantir ditambah dengan pemandangan yang sekitarnya sawah. Homestay ini ada 2 kamar besar yang disewakan, perkamarnya bisa muat ampe 8 orang. Fasilitas di homestay juga cukup lengkap : kipas angin, tv, kasur ukuran kingsize 2 buah/kamar, kamar mandi dalam, aqua galon masing-masing kamar, kulkas dan didepannya ada warungnya pemilik homestay jadinya kalo butuh sesuatu makin gampang. Ditambah dengan pemilik homestay yang baek banget. Recomended dech, kalo mo ke Sawarna nginep disini aja. Ini no telp yang bisa dihubungi : 0819-1110-6115 atau 0877-7211-4035.

Pantai Ciantir/Pantai Pasir Putih

Pantai Ciantir atau pantai pasir putih merupakan pantai yang paling dekat dengan desa Sawarna, jaraknya cuma sekitar 100m dari homestay dan bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 5 menitan, sangat dekat bukan??🙂 Pantai ini merupakan pantai favoritnya para surfer karena ombaknya yang kencang. Walaupun di pantai ini ada larangan untuk tidak berenang, kita sebenarnya bisa juga kok bermain air dan berenang di sekitar tepian pantai ini asalkan jangan terlalu ke tengah, soalnya arusnya kuat banget. Karena tidak bisa direnangi makanya tidak ada yang menyewakan ban, yang ada juga penyewaan papan seluncur mini. Bagi yang ga suka berenang, menyusuri pantai ini bisa jadi pengalaman yang bakal membekas. Hembusan ombaknya yang deras, anginnya yang kencang, pantai pasir putihnya dan empuknya pasir pantai menjadi sensasi tersendiri😀.

Pantai Tanjung Layar

Belum pas jika mengunjungi Sawarna tidak menyempatkan diri ke pantai ini, salah satu icon khasnya desa Sawarna. Di pantai ini terdapat bongkahan karang yang berdiri menjulang dengan tegak berbentuk layar. Makanya pantai ini dinamakan dengan pantai Tanjung Layar. Bongkahan karang ini dikelilingi gugus karang yang melindungi kawasan yang menjulang ini dari hempasan ombak. Pantai ini favoritnya para fotografer makanya banyak para fotografer mengabadikan keindahan pantai ini pada saat sunset dengan kamera DSLR dan tripodnya. Kalau tidak sedang air pasang kita bahkan bisa menyeberangi pantai menuju ke bongkahan karang layar tersebut, tetapi harap diingat agar tidak mencoba memanjat karang tersebut, BERBAHAYA. Bagi yang belum tau, pantai ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit menyusuri pantai Ciantir. Karena banyaknya karang, tentu saja pantai ini not recomended untuk berenang. But narcis mode is recomended…😀

Bukit 1000 Tangga

Nah… bukit ini sebenarnya terletak di pantai Tanjung Layar, dimana terdapat ratusan anak tangga menuju ke atas bukit. Sehingga kita bisa menikmati pantai Tanjung Layar, pantai Ciantir, dan persawahan dari atas bukit, superb view. Jangan lupa bawa kamera terbaikmu tuk mengabadikan keindahan desa Sawarna dari atas bukit😀

Pantai Lagon Pari

Menurut saya… pantai ini tidak recomended buwat para orang tua yang sudah uzur atau buwat kalian yang sering mengeluh. Pantai ini cocok buwat para trippers yang memiliki semangat juang tinggi untuk menikmati keindahan alam ciptaan Sang Maha Kuasa. Mungkin bahasanya memang lebay, tetapi memang butuh extra effort untuk menuju pantai ini. Untuk yang baru pertama kali kesini, sebaiknya didampingi oleh guide agar tidak tersesat. Pantai ini cukup landai dengan pasir putihnya dan ombaknya yang tidak terlalu besar jadinya recomended untuk berenang. Walaupun bisa dipakai berenang, pantai ini juga ada karangnya walaupun sedikit dibandingkan dengan pantai Ciantir. Dan pasir di pantai ini… lebih empuk dan halus dibandingkan pantai Ciantir, recomended banget buwat disambangi. Biasanya para trippers yang mendatangi pantai ini untuk berburu sunrise. Dengan jarak sekitar 2KM, pantai ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam. Untuk menuju kesana sebaiknya sudah start dari homestay jam 5 subuh dan perjalanan dimulai dengan menyusuri pematang sawah menuju desa Cikaung, dilanjutkan melalui jalan setapak berbatu licin dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Sangat menguras tenaga, apalagi jika sebelumnya hujan maka jalan akan semakin licin dan berlumpur. Sangat disarankan, kalian membawa sendal gunung atau sepatu dan jangan seperti saya hanya memakai sendal jepit ber-merk swallow. Hasilnya?? Saya jalannya seperti kakek-kakek uzur, hadeeeeeuuuuuh😦. Tetapi setelah melalui perjuangan 1,5 jam akan diganjar dengan pantainya yang superb😀

Pantai Karang Taraje

Setelah menikmati pantai Lagon pari, jangan langsung balik kanan bubar jalan yach. Soalnya dari sini kita bisa menyambangi pantai Karang Taraje cukup dengan menyusuri Pantai Lagon Pari sekitar 15 menit saja. Karang Taraje sebenarnya adalah pantai karang dengan bentangan karang yang cukup luas. Hempasan ombak terlihat menghantam dengan keras karang-karang di pantai ini, menciptakan keindahan tersendiri. Berada disini… narcis is a must😀 Setelah puas menikmati keindahan pantai Karang Taraje, waktunya kembali ke homestay. Perjalanan pulang dilalui dengan melewati kembali pantai Lagon Pari, kemudian menyisir tepian pantai untuk sampai ke pantai Tanjung Layar dan hal itu juga membutuhkan extra effort. Perjalanan dari pantai Karang Taraje menuju pantai Tanjung Layar memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Tetapi seperti yang tripers ketahui, ada extra usaha ada extra hasil khan? Ga kan sia-sia capek yang terasa untuk menikmati keindahan pantai di Sawarna.😀

9 thoughts on “Small drop of heaven @ Sawarna

    • Hahaha, liburan yg tertunda. Awalnya pengen akhir taun 2012, udah dipersiapkan semuanya tgl berangkat. Eh..ternyata ada jembatan yg roboh gara2 banjir. Jadinya baru bisa kemaren2😀

  1. Pingback: A7X » Archive du blog » welcome to the beach

    • Obyek wisata didalam sawarna-nya pak? Susah untuk membuatkan peta butanya, tetapi secara garis besarnya ada beberapa obyek wisata sawarna yang bisa ditempuh dengah trekking/jalan kaki :
      Pantai Ciantir : 5 menit dari homestay
      Pantai Tanjung Layar : 15 menit dari pantai Ciantir (menyusuri pantai)
      Bukit 1000 Tangga : 5 menit dari pantai Tanjung Layar (menyusuri pantai)
      Pantai Lagoon Pari : 1.5jam dari homestay (melewati sawah, bukit dan desa, sebaiknya bawa pemandu lokal)
      Pantai Karang Taraje : 30 menit dari pantai Lagoon Pari (menyusuri pantai).
      Semoga infonya bisa membantu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s